Back to top

Air Zamzam

ماء-زمزم1Menurut sekalangan ulama Syafiiyah, semisal al-Bulqīnī dan al-Haitami, Air Zamzam lebih afdal dari air telaga al-Kautsar lantaran air itulah yang dipilih oleh Malaikat Jibril untuk menyucikan hati Nabi Muhammad shallallāhu ‘alaihi wa sallam di malam Isra dan Mikraj.

Yang paling utama adalah air yang keluar dari jari Nabi Muhammad shallallāhu ‘alaihi wa sallam. Kemudian yang menduduki posisi keempat adalah air sungai Nil kemudian air sungai-sungai lainnya. Maka, menurut kalangan ini, urutan ragam jenis air berdasarkan keutamaannya adalah sebagaimana dalam bait rajaz ini:

 

وأفضل المياه ماء قد نبع *** من بين أصبع النبي المتبع
يليه ماء زمزم فالكوثر *** فنيل مصر ثم باقي الأنهر

(Wa afdhalul miyāhi māun qad naba’ * min baini ishba’in nabiyyil muttaba’)

Yalīhi māu zamzamin fal kautsari * fanīli mishra tsumma bāqil anhuri)

Terjemah:

Seutama air adalah yang memancar dari antara jari-jari Nabi yang diteladani
Berikutnya air Zamzam, air telaga al-Kautsar, lalu air sungai Nil Mesir, barulah air sungai-sungai lainnya.

Berbeda dengan al-Suyuthi yang memilih tawaqquf, sebagaimana dalam sebuah bait kāmil beliau berikut:

ما جاءنا خبر بذلك ثابت *** فالوقف عن خوض بذلك أجمل

(Mā jā’anā khabarun bidzālika tsābitun * fal waqfu ‘an khaudhin bidzālika ajmalū)

Terjemah:

Tidak ada khabar (hadis) sahih yang datang pada kami terkait hal itu
Maka, tawaqquf dari pendalaman masalah semisal itu lebih utama.

Adapun hukum menggunakan air Zamzam untuk bersuci (wudhu dan mandi) dalam madzhab Syafiiyah dan mayoritas ulama, sebagaimana disebutkan oleh al-Nawawi, adalah diperbolehkan.

Hanya saja, berdasarkan pendapat muktamad ulama Syafiiyah, dimakruhkan penggunaannya untuk menghilangkan najis.

Ada di antara mereka yang menyebut alasannya konon karena hal itu akan menyebabkan wasir.

Tapi, dalam kitab Akhbār Makkah (2/64) yang disusun oleh al-Fākihi, didapat satu riwayat sebaliknya dari Mufti Mekkah di zamannya Athā bin Abi Rabāh, ketika didatangi seorang yang terkena wasir, beliau berkata, “Minumlah air Zamzam dan berceboklah dengannya!”

Penulis: Ust. Alee Massaid, Lc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Info Penerimaan Pesantren

  • Terbanyak Dibaca

  • Akhlak

  • Kisah

  • Tafsir

  • Tulisan Baru

  • Keluarga

  • Dakwah

  • Info