Back to top

Marhaban Yaa Ramadhaan..

 

ramadanBulan penuh berkah akan tiba. Bulan ampunan akan segera hadir. Bulan rahmat akan kembali menyapa, berjumpa dengan para perindunya. Bulan kegembiraan bagi ahli iman yang merindukan kemulian takwa dan kesempurnaan agamanya. Gegap gempita bulan agung yang membahagiakan setiap mukmin. Di hati mereka, ia begitu istimewa. Di dada mereka, ia sangat spesial. Padanya, pintu-pintu surga dibuka. Pintu-pintu neraka ditutup. Setan-setan yang menyesatkan dibelenggu.

Bulan Ramadhan merupakan musim beramal saleh. Ramadhan merupakan moment bernilai untuk melesatkan kedudukan seorang hamba di hadapan Sang Pencipta. Agar mencapai derajat yang tinggi di sisi-Nya. Agar mendapat tempat yang terhormat dalam pandangan-Nya. Agar dosa-dosa dan kesalahan dimaafkan. Agar tubuh yang lemah ini dibebaskan dari sentuhan panasnya neraka jahannam.

Ramadhan adalah kumpulan hari yang terbilang. Dua puluh sembilan atau tiga puluh hari. Hanya orang-orang beruntung yang mendapat manfaat dari bulan suci ini. Orang-orang yang mempergunakannya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Orang-orang yang mengisinya dengan banyak berbuat ketaatan, melipatgandakan pahala, menambah kebaikan dan menguatkan rasa cinta pada Allah yang Mahaagung. Orang-orang yang pada waktu siang berpuasa dan menjaga kualitas puasanya, pada waktu malam bangkit untuk shalat dan memperbagus kualitas shalatnya.

Hadirnya bulan Ramadhan adalah bukti kasih sayang Allah untuk hamba-hamba-Nya. Melalui Ramadhan, Allah menebar rahmat seluas-luasnya. Pahala amal dilipatgandakan. Pintu maghfirah dibuka selebar-lebarnya. Jalan-jalan menuju kesesatan disempitkan. Ramadhan menjadi wahana latihan menekan hawa nafsu, meredam emosi dan mengendalikan keinginan-keinginan duniawi yang berlebih.

Di penghujungnya, Allah menjanjikan takwa bagi orang-orang yang berpuasa dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Status paling mulia di hadapan Allah. Karena keberkahan akan turun ke tempat orang-orang yang bertakwa. Karena sifat takwa mengalirkan ragam perbuatan baik kualitas tinggi. Karena takwa bisa menajamkan pandangan dalam memilah kebenaran. Karena takwa adalah jalan keluar dari setiap lilitan persoalan. Tidak ada kebahagian kecuali hidup sebagai orang bertakwa.

Bagaimana Menyambut Ramadhan?

Setidaknya, menyambut bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan kita jelang dilakukan dengan:

  • Bersuka cita, senang dan bergembira

Sambutlah Ramadhan dengan hati yang berbunga-bunga, bak sang kekasih saat menyambut kedatangan kekasihnya setelah lama terhalang jarak dan waktu tak bisa bertemu. Sambutlah ia dengan semangat yang positif dan penuh rasa optimisme. Karena hari-hari yang indah di dalamnya bagaikan taman-taman surga. Pesonanya memancarkan kebaikan beraneka ragam.

Ramadhan adalah karunia Allah atas hamba-hamba-Nya. Dan kita, diperintahkan untuk berbahagia atas karunia dan keutamaan-Nya.

“Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus [10]: 58)

  • Pancangkan Tekad

Dalam menyambut bulan Ramadhan, alangkah baiknya jika kita memancangkan tekad untuk mengisi bulan Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya. Karena bisa jadi bulan Ramadhan ini adalah yang terakhir bagi kita. Lihatlah orang-orang yang ada disekitar kita. Diantara mereka mungkin ada yang Ramadhan tahun lalu masih bersama-sama kita di dunia ini, entah itu tetangga, sahabat, anggota keluarga atau kerabat dekat. Saat ini mereka telah tiada. Jatah usianya telah habis, dan Ramadhan tahun lalu adalah Ramadhan yang terakhir bagi mereka.

Kita tidak mengetahui, sangat mungkin Ramadhan tahun ini pun adalah yang terakhir bagi kita di dunia ini. Untuk itulah, kuatkanlah tekad sebenar-benarnya, bahwa kita –dengan izin Allah- akan bersungguh-sungguh mengisi bulan Ramadhan ini dengan beragam ibadah yang disyariatkan.

  • Bertawakal dan ber-isti’anahkepada Allah

Tidak sekejap mata pun kebaikan akan dapat kita lakukan tanpa taufiq dan pertolongan dari Allah. Begitupun dengan keburukan, tidak akan mampu kita hindari tanpa bantuan dari-Nya.

Dari sini, penting bagi kita yang hendak meraih kebaikan apapun untuk selalu menguatkan ketawakalan kepada Allah dan sering memohon bantuan (beristi’anah) kepada-Nya. Dengan menyandarkan hati kepada-Nya, dengan penuh perendahan diri di hadapan-Nya kita memohon, agar Allah berkenan mambantu urusan ibadah kita di bulan Ramadhan ini.

Kita juga berlindung kepada-Nya dari segala rintangan dan hambatan yang dapat mencegah diri kita dari segala kebaikan yang kita harapkan di bulan suci ini.

  • Bertobat kepada Allah atas segala dosa

Ibadah dan amal shaleh hanya mampu dikerjakan dengan hati yang bersih dan jiwa yang kuat, dan dosa membuat hati menjadi kotor, serta jiwa menjadi lemah.

Agar Allah memberi karunia berupa kelezatan beribadah di dalamnya, mari kita sambut kedatangan bulan agung ini dengan tobat dan inabah. Agar kita menjumpainya dalam keadaan bersih. Agar hati tidak lagi berkalang dosa, terhalangi noda-noda syahwat yang kerap menenggelamkan kita dalam suasana lalai dan lupa dari dzikir kepada-Nya.

Para ulama menjelaskan, bahwa diantara balasan Allah atas dosa seorang hamba adalah diharamkannya dari kebaikan yang menguntungkan, dihalanginya dari taufik dalam meraih pundi-pundi pahala melalui amal saleh. Mudah-mudahan, dengan tobat Allah menghapus dosa kita. Sehingga kita dapat menuai keberuntungan secara maksimal di musim ibadah tahun ini.

  • Mempelajari kembali ilmu yang berkaitan dengan ibadah puasa

Setidaknya, ilmu yang berkaitan dengan puasa ini mencakup empat ilmu:

  1. Fadha`ilu Ash-Shiyaam(keutamaan puasa), agar kita memiliki motivasi yang kuat dalam menunaikan ibadah puasa.
  2. Hikamu Ash-Shiyaam(hikmah puasa), agar kita mengerti maksud Allah dalam mensyariatkan ibadah puasa.
  3. Ahkaamu Ash-Shiyaam(hukum-hukum puasa), agar kita faham sah atau tidaknya ibadah puasa kita.
  4. Aadaabu Ash-Shiyaam(etika puasa), agar pahala puasa kita tidak hilang atau berkurang, dan agar kita semakin dapat memaksimalkan raihan pahala di bulan Ramadhan.

Wallahu a’lam, wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Info Penerimaan Pesantren

  • Terbanyak Dibaca

  • Akhlak

  • Kisah

  • Tafsir

  • Tulisan Baru

  • Keluarga

  • Dakwah

  • Info