Back to top

Mengambil Pelajaran dari Ziarah Kubur

Ci5cxcvXIAA1RwRRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh ummatnya untuk berziarah kubur, karena padanya terdapat faedah yang besar. Utamanya agar kita senantisa mengingat akhirat. Ada tiga sisi pelajaran yang bisa kita petik dari ziarah kubur:

Pertama: Mengambil pelajaran dari sisi keadaan mayit.

Jika engkau mentafakuri seorang yang telah mati yang engkau ketahui keadaannya di dunia termasuk orang yang bergelimang kesenangan, kemewahan dan syahawat ..

dulu ia tidak suka sendirian,

tidak nyaman berada di tempat yang sempit, terlalu panas atau terlalu dingin,

tidak suka yang kotor dan kelelahan,

kemudian engkau lihat keadaannya sekarang ..

pakaian-pakaiannya telah dipakai oleh orang lain ..

rahasia-rahasianya telah diperiksa ..

istrinya telah dinikahi pria lain ..

dan sekarang ia terbaring dalam lubang yang sempit, kotor dan panas .. bersama cacing-cacing dan kotoran-kotoran tanah ..

Jika engkau mengingat semua itu, engkau akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga ..

Kedua: Mengambil pelajaran dari sisi keadaan keluarganya setelah ia wafat.

Dulu saat masih hidup, ia sangat dicintai keluarganya ..

Mereka tak ingin berpisah dengannya karena cinta ..

Mereka menyerahkan urusan-urusan mereka kepadanya ..

Sekarang.. ia telah mati, tak ada yang mengunjungi, tak ada yang mengingatnya ..

Keluarganya hanya menangisi kepergiannya satu atau dua pekan saja .. setelah itu mereka lupa dan kembali sibuk dengan urusan kehidupan mereka seperti tidak pernah terjadi apa-apa ..

Ketiga: Mengambil pelajaran dari sisi keadaan dirimu.

Akhir hidupmu juga akan kesana, dan keadaan matimu yang paling baik adalah engkau mati di tengah-tengah kaum muslimin, dan engkau pun dikafani serta dikuburkan …

Kau lihat kuburan itu setara, tidak dibedakan antara laki-laki dan wanita, orang berilmu atau orang bodoh, rupawan atau buruk rupa ..

Menjadi bukti bahwa perbedaan-perbedaan duniawi akan berlalu ..

Keadaan manusia disini hanya seperti para penumpang mobil untuk perjalanan yang singkat .. semua akan sampai di tempat yang sama tanpa perbedaan ..

[Syaikh Muhammad Al Hasan Ad Dawau hafizdahullah – Al Fiqhu Al Mudhiy, hal. 104 -105]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Info Penerimaan Pesantren

  • Terbanyak Dibaca

  • Akhlak

  • Kisah

  • Tafsir

  • Tulisan Baru

  • Keluarga

  • Dakwah

  • Info