Back to top

Bangunlah Kaum Muslim, Mulialah Dengan Agamamu

lhmd-llh-l-nm-lslm-8499Salah satu fenomena yang menyedihkan yang terjadi kepada sebagian pemuda dan pemudi Islam di bulan Februari ini adalah perayaan hari Valentin. Tidak ada alasan yang menjadi dasar prilaku mereka itu kecuali karena sikap membebek kepada orang-orang non muslim.

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Basam rahimahullah mengungkapkan kegelisahannya atas kaum muslim yang kian jauh dari kemuliaan Islam karena sikap taklid dan membebek orang-orang Barat. Beliau berkata,

“Banyak hukum syariah yang dibangun diatas prinsip menjauhi sikap imitasi terhadap orang-orang musyrik. Hal itu karena sikap taklid dan menyerupai mereka akan mendatangkan pengaruh kepada jiwa. Perlahan-lahan, lama-lama hati akan menganggap bahwa perbuatan mereka baik, mengikuti mereka dalam perbuatan-perbuatan mereka itu, sehingga kaum muslim kehilangan kemuliaan, kesatuan dan independensi. Kaum muslim menjadi pengikut mereka. Bersamaan dengan itu, larutlah jati diri dan prinsip-prinsip kaum muslim bercampur dengan mereka. Dan saat itulah, kaum muslim akan kalah.

Islam menghendaki kemuliaan dan kesatuan bagi umatnya, baik dalam ibadah, tradisi, kebiasaan dan gaya hidup mereka. Islam ingin mereka menjadi umat yang satu, memiliki jati diri dan kepribadian yang khas.

Sungguh sangat disayangkan, kita dapati kaum muslim di era ini justru menjadi pengikut mereka tanpa ragu dan ilmu. Mereka anggap semua yang datang dari Barat adalah baik, setiap perbuatan yang dilakukan oleh kaum kafir pastilah bagus, sekalipun bertabrakan dengan agama dan akhlak. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’un.

Ya Allah, bangunkanlah kaum muslimin dari tidur mereka.

Sadarkan mereka dari kelalaian mereka.

Persatukan kalimat mereka diatas kebenaran dan petunjuk.

Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Menjawab doa.

Bukan maksudnya kita tidak boleh mempelajari apa yang mereka ketahui dari ilmu yang berkaitan dengan industri dan teknologi. Karena ia milik siapa saja. Bahkan kita seharusnya lebih berhak untuk memilikinya. Karena kita –setelah mempelajarinya- akan menggunakan ilmu itu untuk menunaikan perintah agama, yaitu mewujudkan keamanan dan perdamaian, serta mensejahterakan umat manusia.

Adapun jika ilmu-ilmu itu berada di tangan para perusak dan penjajah, ia akan menjadi alat untuk merusak dan menghancurkan alam ini.”

[Syarah ‘Umdah al Ahkam: 1/116 – 117]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Info Penerimaan Pesantren

  • Terbanyak Dibaca

  • Akhlak

  • Kisah

  • Tafsir

  • Tulisan Baru

  • Keluarga

  • Dakwah

  • Info