Back to top

Membuat Resolusi Tahun Baru, Perlukah?

hilo.co.idDiantara kebiasaan sebagian orang di akhir tahun atau di tahun baru adalah membuat resolusi tahunan. Bentuknya adalah membuat perencanaan-perencanaan, komitmen-komitmen atau target-target yang ingin dicapai pada tahun yang baru. Baik terkait dengan kesehatan, keuangan, pendidikan, karier, keluarga dan lain sebagainya. Menurut orang yang biasa melakukannya, momen pergantian tahun adalah momen yang tepat untuk merencanakan perubahan-perubahan taraf hidup agar semakin baik dan meningkat.

Namun, tahukah kita, bahwa membuat resolusi tahunan itu bukanlah berasal dari tradisi Islam. Dalam situs Wikipedia disebutkan,

“Resolusi Tahun Baru adalah tradisi sekuler yang umumnya berlaku di Dunia Barat, tapi juga bisa ditemukan di seluruh dunia. Menurut tradisi ini, seseorang akan berjanji untuk melakukan tindakan perbaikan diri yang akan dimulai pada Hari Tahun Baru.”

Adapun ditinjau dari sejarahnya, masih menurut Wikipedia,

“Penduduk Babilonia kuno berjanji kepada para dewa yang mereka sembah setiap awal tahun bahwa mereka akan mengembalikan semua benda-benda yang telah mereka pinjam dan membayar utang mereka.[2] Bangsa Romawi memulai awal tahun dengan berjanji kepada dewa Janus, yang namanya diabadikan menjadi nama bulan Januari.[3] Pada Abad Pertengahan, para kesatria mengucapkan “sumpah merak” pada akhir musim Natal setiap tahunnya untuk menegaskan kembali komitmen mereka sebagai kesatria.”

Ia juga ternyata kental dengan tradisi agama selain Islam. Masih menurut Wikipedia,

“Ada persamaan mengenai tradisi ini dalam pandangan agama. Saat Tahun Baru Yudaisme yang dikenal dengan Rosh Hashanah, umat Yahudi merenungkan kesalahan yang telah mereka lakukan sepanjang tahun dan meminta pengampunan. Umat Katolik juga melakukan hal serupa pada masa puasa Pra-Paskah, meskipun motifnya lebih ke pengorbanan daripada tanggung jawab. Tradisi resolusi Tahun Baru ini sendiri sebenarnya berawal dari praktek puasa pra-Paskah yang dilakukan oleh umat Katolik.”

Silahkan baca dalam keterangan disini:

https://id.wikipedia.org/wiki/Resolusi_Tahun_Baru

Bukankah Islam memerintahkan untuk membuat perencanaan hidup agar lebih baik?

Betul bahwa Islam memerintahkan agar kita senantiasa melakukan perubahan hidup ke arah yang lebih baik. Untuk kehidupan dunia, dan juga kehidupan akhirat. Namun demikian, mengaitkan aktifitas tersebut dengan moment tertentu seperti tahun baru tentu tidak dibenarkan. Ia dapat dikategorikan sebagai perbuatan menyerupai orang-orang kafir dan kita diperintahkan untuk menyelisihi segala hal yang menjadi kebiasaan mereka.

Dari sisi yang lain, seorang muslim seharusnya melakukan pembenahan, introsfeksi diri, bertobat, merencanakan kebaikan setiap hari bahkan setiap saat. Bagi orang yang telah menyadari bahwa dalam kehidupannya ada yang tidak baik yang harus dirubah, maka tidak selayaknya perubahan itu ditunda-tunda sehingga datang tahun yang baru. Karena tidak ada yang dapat menjamin bahwa ia masih diberi kehidupan sampai tahun yang akan datang.

Dengan demikian, membuat resolusi di tahun baru tidak seharusnya dilakukan oleh seorang muslim dan muslimah dalam rangka menjauhi dan berlepas diri dari tradisi orang kafir. Jika pun ingin merencanakan perubahan-perubahan hidup, maka hendaknya tidak dikaitkan dengan moment tertentu seperti tahun baru dan yang lainnya.

Wallahu a’lam.

Abu Khalid Resa Gunarsa

One Response to Membuat Resolusi Tahun Baru, Perlukah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Info Penerimaan Pesantren

  • Terbanyak Dibaca

  • Akhlak

  • Kisah

  • Tafsir

  • Tulisan Baru

  • Keluarga

  • Dakwah

  • Info