Back to top

Ringkasan Faidah Pada Pembukaan Dauroh Syar’iyyah III

books-1Pada pembukaan Dauroh Syar’iyyah ke III yang diselenggarakan oleh Mahad Imam Al Bukhari, Solo Jawa Tengah, Syaikh Ibrahim bin Amir Al Ruhaily hafidzahullah menjelaskan dua prinsip penting dalam Islam:

Pertama: Mengenal Allah. Ia bermuara pada tiga macam tauhid.

  • Rububiyyah
  • Uluhiyyah
  • Asma wa Shifat

Kedua: Beribadah kepada Allah. Ia bermuara kepada penunaian hak. Hak yang wajib ditunaikan meliputi:

1. Hak Allah. Hak Allah atas hamba-hamba-Nya sangat besar. Karena semua nikmat dan karunia yang ada pada mereka berasal dari-Nya. Hak yang paling besar yang harus kita tunaikan kepada Allah adalah:

– Hanya Allah yang kita ibadahi dan sama sekali kita tidak menyekutukan-Nya.

– Allah ditaati dan tidak dimaksiati.

2. Hak sesama makhluk. Allah, dengan kasih sayang-Nya menetapkan hak bagi makhluk-makhluk-Nya yang harus ditunaikan oleh sesama mereka. Hak sesama makhluk yang wajib kita tunaikan bertingkat-tingkat sesuai dengan kedudukan makhluk tersebut.

Pertama: Hak Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini adalah hak yang paling tinggi yang harus kita tunaikan. Cara menunaikannya adalah dengan taat kepadanya. Syaikhul Islam menjelaskan bahwa hak ini berkaitan dengan dua sisi:

Sisi ilmiah (keyakinan): Apa yang sampai kepada kita dari Nabi, kita harus meyakininya bahwa ia datang dari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sisi keimanan: Apa yang sampai kepada kita dari Nabi, kita wajib untuk mengikutinya.

Beberapa kelompok telah menentang dua sisi ini:

Kalangan filusuf menentangnya dengan mantiq (logika).

Kalangan mutakkalim menentangnya dengan akal (rasio).

Kalangan penguasa menentangnya dengan siyasah (politik).

Kalangan sufi menentangnnya dengan dzauq (intuisi)

Kedua: Hak kedua orang tua. Ini termasuk hak yang sangat besar yang harus kita tunaikan.

– Ibu adalah yang paling utama dari keduanya. Karena ia memiliki sejumlah hak:

Hak mengandung

Hak melahirkan

Hak menyusui

Hak mengurus

– Ayah bersama-sama dengan ibu dalam hak mengurus.

Ketiga: Hak waliyyul Amri. Ia memiliki hak yang sangat besar atas kita. Kita wajib untuk taat kepada mereka dalam perkara yang makruf, tidak memberontak dan tidak mencelanya di depan umum.

Keempat: Hak kaum muslimin secara umum. Ini juga bermacam-macam. Dianataranya:

– Hak kerabat yang memiliki hubungan darah dengan kita.

– Hak tetangga

– Hak para guru dan pengajar

– Dll

Kaum muslimin bertingkat-tingkat keadaannya:

  • Orang yang sangat baik dan shaleh. Mengerjakan amal-amal wajib sekaligus rajin mengamalkan amal-amal sunnah. Yang seperti ini hendaknya kita sikapi dengan mencontoh dan menjadikannya teladan.
  • Orang yang mencukupkan diri dengan kewajiban-kewajibannya saja. Yang seperti ini hendaknya kita sikapi dengan memotivasinya agar juga mengerjakan amalan-amalan sunnah.
  • Orang yang zalim dan melakukan kekurangan dalam agamanya. Yang seperti ini dibagi dua:

Pertama: Kalangan ahli bid’ah. Wajib bagi kita untuk memperbaiki urusan mereka dengan mengembalikan mereka kepada sunnah. Kita berlemah-lembut kepada mereka dengan harapan mereka meninggalkan kebid’ahannya. Begitupun kita menyampaikan argumentasi kita dengan cara yang baik (mujadalah billati hiya ahsan). Semua ini membutuhkan kerja keras.

Kedua: Kalangan ahli maksiat. Wajib juga bagi kita untuk memperbaiki urusan mereka dengan mengajak mereka untuk taat kepada Allah dan meninggalkan kemaksiatannya.

Allahu A’lam.

Abu Khalid Resa Gunarsa – Subang, 3 Jumadul Ula 1438 (1 Februari 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Info Penerimaan Pesantren

  • Terbanyak Dibaca

  • Akhlak

  • Kisah

  • Tafsir

  • Tulisan Baru

  • Keluarga

  • Dakwah

  • Info