Back to top

Aspek Kajian Ilmu Ushul Fiqh

1-638Ada tiga aspek kajian Ushul Fiqh:

Pertama: Aspek terminologi. Pengkaji ilmu ushul dituntut untuk memahami setiap terminologi yang digunakan oleh para ulama ushul ketika mereka membedah masalah hukum berbasis teori ushul fiqh. Terminologi seperti ‘illah, nash, dzāhir, mafhūm mukhālafah, imā, tanbih, tahqiq manāth, mujmal, mubayyan, ‘ām, khāsh dan lain-lain harus benar-benar difahami dengan baik.

Kedua: Aspek kaidah. Pengkaji ilmu ushul juga dituntut memahami setiap kaidah-kaidah yang diuraikan oleh para sarjana ushul fiqh, menguasai maksud dari setiap kaidah itu berikut dalil atas setiap kaidah. Contoh kaidah, “Al Ibratu bi ‘Umūm al Lafdzi lā bi Khushūshi al Sabab.” Dan lainnya.

Ketiga: Aspek aplikasi. Aspek ini terkait dengan buah dari ilmu ushul yang telah dipelajari oleh pengkaji ilmu ushul. Ia adalah kecapakan dalam mengaplikasikan kaidah-kaidah ushul atas masalah-masalah hukum yang menjadi objek analisa berbasis teori ushul. Setiap pengkaji bertingkat-tingkat kompetensinya dalam aspek ini.

  1. Ada yang baru memahami aplikasi dari kaidah ushul itu terbatas pada masalah-masalah hukum yang telah dibahas oleh para ulama ushul di kitab-kitab ushul mereka.

  2. Ada yang sudah memiliki kemampuan memahami aplikasi dari kaidah-kaidah ushul yang telah dipelajarinya pada masalah-masalah hukum yang disebutkan oleh para fukaha dalam kitab-kitab fikih mereka.

  3. Ada juga diantara mereka yang telah mampu mengaplikasikan kaidah-kaidah ushul itu pada masalah-masalah hukum kontemporer. Yang terakhir ini yang paling tinggi dan sedikit jumlahnya.

[Disarikan dari uraian Prof. Dr. Sa’ad bin Nāshir al Syatsry dalam “Syarah Risālah al Ukbary Fi Ushūlu Al Fiqh”]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Info Penerimaan Pesantren

  • Terbanyak Dibaca

  • Akhlak

  • Kisah

  • Tafsir

  • Tulisan Baru

  • Keluarga

  • Dakwah

  • Info