Back to top

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu

عبدالله-بن-مسعودDoa pertama yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan untuk Abdullah bin Mas’ud adalah, “Sesungguhnya engkau akan menjadi seorang anak yang terpelajar.” Hari itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengannya dan ia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerah susu. Tatkala Ibnu Masud melihatnya, ia meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diajarkan cara melakukannya. Saat itu beliau mendoakannya dengan kalimat tadi.

Ibnu Masud masuk Islam dan menjadi salah seorang ulama sahabat yang tersohor. Ia pernah berkata, “Aku telah mengambil dari mulut beliau (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) 70 surat. Tidak seorang pun yang menentangku dalam seluruh surat tersebut.” (Dihasankan dan dishahihkan oleh Al Albani)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang ingin membaca al Qur`an persis seperti diturunkannya, maka bacalah seperti Ibnu Ummi Abd (Ibnu Masud) membacanya.” (Dishahihkan Albani)

Ibnu Masud ikut serta dalam perang Badar, Uhud, Khandak, Hunain dan peperangan yang lainnya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia yang menghabisi Abu Jahal dalam perang Badar. Ibnu Masud berbadan kurus. Pada suatu hari, ia memanjat sebuah pohon untuk keperluan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu para sahabat radhiyallahu ‘anhum mentertawakan karena kurusnya tubuh dan kecilnya kaki Ibnu Masud radhiyallahu ‘anhu. Akan tetapi kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian merasa aneh dengan betisnya yang kecil, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, kedua betis itu lebih berat dalam timbangan (hari kiamat) melebihi gunung uhud.” (Dishahihkan Al Albani)

Pada saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin Ibnu Masud membacakan kepadanya Al Qur`an, Ibnu Masud berkata, “Aku bacakan al Qur`an kepada engkau, padahal ia turun kepada engkau?” beliau bersabda, “Aku ingin mendengarkannya dari orang lain.” Ibnu Masud menceritakan, “Maka aku pun membacakan kepada beliau surat An Nisa. Ketika sampai ayat,

“Maka Bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)” (QS. An Nisa [4]: 41)

Beliau berkata, “Cukup.” Aku lihat air matanya meleleh.” (HR Bukhari)

Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya orang yang paling mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam prilaku, menunaikan sesuatu, berbicara dari sejak ia keluar rumahnya sampai ia kembali, dan aku tidak mengetahui apa yang dikerjakan di keluarganya, adalah Abdullah bin Masud.

Hal itu tidak mengeherankan karena Ibnu Masud senantiasa menyertai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hingga Abu Musa al Asy’ary berkata, “Ketika aku datang bersama saudaraku dari Yaman, kami menyangka Ibnu Masud dan Ibunya termasuk anggota keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena seringnya ia menemui mereka dan mereka bersamanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Ibnu Masud adalah sahabat dan pelayan Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam dalam urusan siwaknya, sandalnya, dan bersucinya dalam perjalanan.

Diantara perkataan Ibnu Masud radhiyallahu ‘anhu, “Barangsiapa yang ingin mengetahui bahwa dirinya mencintai Allah, maka hadapkanlah dirinya kepada Al Qur`an. Barangsiapa yang mencintai Al Qur`an, maka berarti ia mencintai Allah, karena Al Qur`an adalah firman Allah.”

Ia juga berkata, “Tidaklah aku menyesali sesuau melebihi suatu hari yang berlalu, dengannya berkurang ajalku dan tidak bertambah amalku.

Ibnu Masud radhiyallahu ‘anhu meninggal tahun 32 H dan dikuburkan di Baqi`.

Sumber: http://ar.islamway.net/spotlight/1134/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Info Penerimaan Pesantren

  • Terbanyak Dibaca

  • Akhlak

  • Kisah

  • Tafsir

  • Tulisan Baru

  • Keluarga

  • Dakwah

  • Info