Back to top

Jujur dan Amanah dalam Bermuamalah, Kunci Pembuka Rizki dan Keberkahannya

www_arab-x_com_44f362f593Oleh: Syaikh Abdurrahman bin Nashir al Sa’dy rahimahullah

Allah berfirman,

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thalaq [65]: 2-3)

Allah menjadikan takwa -yang pondasinya adalah kejujuran dan amanah dalam bermuamalah- sebagai jalan kemudahan dan jalan keluar dari segala yang menghimpit kehidupan manusia, serta sebagai pembuka pintu-pintu rizki.

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Nabi shallallalhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua orang yang berjual beli memiliki hak untuk memilih, selama mereka belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terus terang, keduanya akan diberkahi dalam urusan jual beli mereka. Namun jika keduanya dusta dan tidak terus terang, akan dilenyapkan keberkahan jual beli mereka.”

Dalam Sunan secara marfu`, “Allah berfirman, “Aku akan menjadi yang ketiga dari dua orang yang berserikat, selama salah satu dari mereka tidak berkhianat kepada sahabatnya. Jika salah satu dari mereka mengkhianati sahabatnya, maka aku akan meninggalkan mereka berdua.” (HR Abu Dawud dari hadis Abu Hurairah, dinyatakan Dhaif oleh Syaikh Al Albani dalam Dha’if al Jami’)

Kejujuran dan amanah dalam bermuamalah akan mengundang keberkahan dan membuka pintu rizki. Ini karena dua hal:

Pertama: Allah dan Rasul-Nya telah berjanji –sedang Allah tidak akan menyelisihi janjinya- bahwa orang yang menempuh jalan-jalan yang Allah perintahkan, serta menjauhi segala yang dilarang-Nya, maka Allah memberkahi usahanya, memberikannya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan membukakan untuknya pintu-pintu kemurahan-Nya yang tidak didapatkan oleh orang lain dengan usaha, kerja keras dan kecerdasan mereka.

Yang ini adalah urusan Tuhan dan balasan Ilahi, sesuatu yang nyata dan diketahui melalui pengalaman.

Kedua: orang yang bermuamalah dengan manusia dan mereka mengetahuinya sebagai orang yang jujur dan tulus, mereka akan merasa nyaman dan suka untuk bermuamalah dengannya, mengambil darinya atau memberi sesuatu kepadanya. Karena hati mereka merasa tenang dengannya, jiwa mereka tunduk dan percaya kepada sifat amanahnya. Sehingga, ia meraih kepercayaan dan kedudukan yang di atas keduanya segala bentuk muamalah yang bersih dan baik dibangun.

Termasuk akad serikat, jika ia dibangun diatas prinsip kejujuran dan amanah, ia akan mendatangkan kebaikan yang sangat banyak kepada orang-orang yang terlibat di dalamnnya. Karena orang yang bersama Allah, maka Allah akan menguatkannya dengan bantuan, taufiq dan bimbingan-Nya. Tindak tanduknya senantiasa diiringi dengan kesuksesan. Hal ini bersama dengan bersatunyanya kesepakatan dua orang yang berserikat dalam gagasan mereka dan adanya musyawarah sebagai pusat segala pekerjaan. Diiringi juga dengan kerja sama dalam upaya untuk meraih keuntungan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Semua ini merupakan jalan dan pintu tercapainya rizki serta keberkahan dan perkembangannya.

Sebaliknya dari semua itu, jika muamalat dan kegiatan serikat dibangun diatas kedustaan dan kecurangan, kelicikan dan khianat, maka Allah akan mencabut keberkahan darinya, dan sebagai gantinya, Allah akan menimpakan kehancuran. Kemuduran dan kegagalan dalam muamalah terjadi dengan khianat dan kedustaan. Semua ini nampak secara nyata.

[Al Riyadh Al Nadhirah, hal. 188-189]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Info Penerimaan Pesantren

  • Terbanyak Dibaca

  • Akhlak

  • Kisah

  • Tafsir

  • Tulisan Baru

  • Keluarga

  • Dakwah

  • Info