Back to top

Fawaid dari Kajian “Al Madkhal Ilaa I’jaazul Qur`an” (Pengantar Kajian Kemukjizatan al Qur`an)

ibadah di zaman fitnahSudah cukup lama tidak menyimak kajian Ma’aly As-Syaikh Shaleh bin Abdulaziz aali Syaikh hafidzahullah. Beliau salah satu ulama muslimin yang dikenal luas wawasannya, menguasai banyak cabang ilmu syariah. Saat menyampaikan kajian, pembawaannya tenang, kalimat-kalimatnya jelas, faidah-faidahnya berbobot dan selipan-selipan nasehatnya pun menyentuh.

Berikut ini kajian tentang I’jaaz al Qur`an (kemukjizatan al Qur`an). Faidahnya sangat banyak, diantara sekelumit darinya adalah:

  1. Kajian i’jaz al Qur`an, sekalipun lebih dikenal sebagai kajian Ulumul Qur`an, namun pada hakikatnya ia adalah kajian yang erat dengan akidah. Karena tujuan dari kajian ini adalah untuk membuktikan kebenaran risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  1. Ahli Sunnah mengatakan I’jaz al Qur`an, bukan I’jaz bil Qur`an. Artinya, I’jaz menjadi sifat al Qur`an itu sendiri, bukan sifat bagi Allah.
  1. Istilah I’jaz tidak dikenal di zaman salaf. Yang pertama kali menggunakan istilah I’jaz adalah orang-orang Muktazilah. Pada asalnya, al Qur`an disebut Ayat atau burhan. Namun istilah ini tidak apa-apa, karena maknanya shahih sehingga digunakan oleh para ulama.
  1. Diantara yang menggunakan istilah ini dulu adalah An Nadzdzam, tokoh Muktazilah. Ia mengatakan bahwa Mukjizat al Qur`an bukan terletak pada ketidakmampuan bangsa Arab untuk mendatangkan yang seperti al Qur`an, namun Allah lah yang memalingkan (sharf) mereka darinya. Ini yang kemudian dalam kajian akidah terkait dengan masalah “Sharfah”.
  1. Setelah itu datang sahabat dan muridnya, yaitu al Jahidz. Ia mengatakan, bahwa rahasia kemukjizatan al Qur`an adalah sekedar lafadznya, adapun kandungan maknanya dikenal oleh orang-orang Arab. Ada juga yang mengatakan sebaliknya.
  1. Datang kemudian Abdulqadir al Jurjany dengan teori “Nadzm”. Dengan teori ini beliau membantah Muktazilah. Utamanya dalam kitab yang berjudul “Dala`ilu al I’jaz” (Syaikh menyarankan agar kitab ini dibaca 10, 20, atau 30 kali) beliau menjelaskan bahwa susunan huruf dan kata dalam al Qur`an bersama dengan makna-makna yang dikandungnya adalah Mukjizat. Dari sini muncul ilmu Balaghah. Teori ini diterima dan diapresiasi oleh ulama ahli sunnah.
  1. Penafsir al Qur`an wajib menguasai ilmu Ma’any (cabang ilmu balaghah) secara khusus.
  1. Ada dua madrasah dalam ulum al Qur`an. Madrasah ‘Ajam dan Madrasah Arab. Madrasah ‘Ajam adalah yang memahami al Qur`an dengan sistematika ilmu kebahasaan yang banyak dipengaruhi oleh ilmu kalam.
  1. Imam As Suyuthi menulis tentang I’jaz al Qur`an sebanyak 3 jilid. Beliau menulisnya dengan metode ‘Ajam.
  1. Selain kajian mengenai lafadz dan makna dalam sisi kemukjizatan al Qur`an, ada juga kajian yang fokusnya adalah sisi ta`tsir (pengaruh) al Qur`an dan kekuatannya dalam menundukkan hati manusia.
  1. Belakangan kajian I’jaz berkembang dengan varian-varian lain, seperti I’jaz dari sisi Tasyri’, Kabar-kabar gahib, sampai kemudian saat ini yang disebut dengan I’jaz Ilmy, yaitu kemukjizatan al Qur`an dari sisi kesesuaiannya dengan temuan-temuan ilmiah modern.
  1. Al Qur`an adalah Kalam Allah, karenanya ia menjadi Mukjizat. Kompilasi Hujjah, Ayat, Burhan dan Mukjizah yang terdapat dalam al Qur`an menjadikannya sebagai Kitab Hidayah.
  1. Al Qur`an menjadi mukjizat dari sisi kekuatan pengaruhnya terhadap seluruh jiwa manusia dengan beragam karakternya.
  1. Pada al Qur`an terdapat sifat-sifat yang sangat kuat, yang tidak dapat dicapai oleh sifat-sifat manusia. Hal itu karena al Qur`an adalah firman Allah. Dan karena itu pula tidak ada manusia yang mampu menandingi al Qur`an.
  1. I’jaz ilmy dapat dikategorikan sebagai mukjizat al Qur`an dari sisi kabar-kabar ghaib di masa depan yang Allah kabarkan sesuai dengan ilmu Allah yang mahaluas. Dengan syarat, penemuan ilmiah yang dikaitkan dengan I’jaz itu bersifat qath’y. Karena qath’y tidak akan bertentangan dengan yang qath’y.
  1. I’jaz Ilmy dapat digunakan sebagai wasilah modern untuk berdakwah. Namun tidak setiap orang yang berbicara tentangnya kita terima.
  1. Atsar dari sifat-sifat Allah yang sempurna ada dalam al Qur`an, seperti sifat ilmu dan hikmah. oleh karena itu lah pula al Qur`an menjadi mukjizat.
  1. Tadabbur al Qur`an dilakukan dengan Mendengar dan Memahami. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Info Penerimaan Pesantren

  • Terbanyak Dibaca

  • Akhlak

  • Kisah

  • Tafsir

  • Tulisan Baru

  • Keluarga

  • Dakwah

  • Info