Back to top

Macam-Macam Keadaan Orang yang Meninggal Dunia

123918833b4d3525e1ace0b5498e7db2d10e2ebcPertama: orang yang ketika didunia tidak beragama Islam dan menyatakan diri beragama selain Islam. Orang yang seperti ini, tidak boleh dishalatkan dan didoakan.

Kedua: orang yang menampakkan keislaman akan tetapi menyembunyikan kekufuran (munafiq). Bagi orang yang mengetahui keadaan sebenarnya (menyembunyikan kekufuran dalam hatinya), maka ia tidak boleh menshalatkannya.

Ketiga: orang yang lahir batinnya Islam, termasuk orang-orang yang bertakwa dan termasuk pengamal amal-amal shaleh. Ia dishalatkan dan menshalatkannya berpahala sangat besar. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa orang yang menshalatkan jenazah, ia akan mendapatkan pahala sebesar satu qirath, orang yang mengantarkannya sampai dikuburkan akan mendapat dua qirath.

Keempat: orang yang meninggal dunia dalam keadaan beragama Islam, tidak diketahui melakukan sesuatu yang meniadakan keislaman, namun ia telah melakukan dosa-dosa besar. Orang yang seperti ini dishalatkan. Dalilnya adalah bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menshalatkan orang-orang dari kalangan ahli maksiat di zamannya dan dari sejak dahulu kaum muslimin pun melakukannya.

Kelima: orang yang beragama Islam, akan tetapi padanya terdapat perkara yang meniadakan pokok keislaman. Seperti orang yang berdoa kepada selain Allah karena ia menyangka bahwa hal itu tidak bertentangan dengan pokok agama Islam, atau ia mengingkari risalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang ada pada dirinya tersebut jelas-jelas bertentangan dengan pokok agama Islam yaitu dua kalimat syahadat. Orang yang seperti ini tidak dishalatkan dan dihukumi kafir dalam hukum dunia, karena ia telah melakukan sesuatu yang membatalkan pokok agama Islam. Namun kita tidak memvonisnya sebagai penghuni surga atau neraka. Kita hanya tidak menshalatkannya di dunia, tidak beristighfar untuknya dan memperlakukannya seperti orang kafir. Tapi kita tidak memastikannya sebagai penghuni neraka.

Jika dikatakan, bagaimana keadaan mereka yang tidak mengenal hakikat agama Islam?

Kita katakan, kita tidak menghukumi mereka bahwa mereka termasuk penghuni neraka, namun kita katakan bahwa mereka pada hari kiamat akan diuji. Jika mereka menerima Islam mereka akan masuk surga dan jika tidak, mereka masuk neraka.

[Syarh Ushul As Sunnah lil Imam Ahmad rahimahullah, Syaikh DR. Sa’ad bin Nashir al Syatsry hafidzahullah]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Info Penerimaan Pesantren

  • Terbanyak Dibaca

  • Akhlak

  • Kisah

  • Tafsir

  • Tulisan Baru

  • Keluarga

  • Dakwah

  • Info